Welcome Myspace Comments
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket
Photobucket Photobucket

Selasa, 10 Januari 2017

Sejarah Bandung Express bersama Pa Bagyo

Pak Bagyo begitulah sehari-hari dipanggil, sosok yang ramah, bersahaja dan sederhana itulah kesan pertama bila kita pertama kali bertemu dengan beliau. yap...... A.J Bagyo Pratomo nama lengkapnya tapi cukup dipanggil akrab Pak Bagyo. Siapa sangka bapak yang berpenampilan sederhana itu bossnya Bandung Exspress, tapi itulah Pak Bagyo dengan trade marknya beliau percaya diri dengan Bandung Exspressnya.

Mengawali karirnya di PO. Remaja Exspress, tentunya buat kita tidak begitu familiar dengan PO itu karena PO. Remaja Express eksis di tahun 70 an , disinilah Pak Bagyo menimba ilmu perbisan. Karena ada pekerjaan yang lebih baik beliau pindah ke PO Bandung Exspress, waktu itu masih pemilik lama, karena alasan sudah tua dan tidak ada yang meneruskan usahanya maka PO. Bandung Express dijual kepada Pak Bagyo.

PO yang sudah berdiri tahun 1973 kini pindah tangan ke Pak Bagyo. Di tangan Pak Bagyo PO. Bandung Express bukan hanya menjadi sekedar bis malam cepat saja tapi berkembang jadi perusahan paket (cargo), bis pariwisata, bengkel, dan pabrik karoserie.

Di era Pak Bagyo, PO.Bandung Express memindahkan kantor pusatnya dari gedung tua yang letaknya di perempatan Jl.RE.Martadinata dan Jl. Purnawarman Bandung ke kantor  yang baru Jl Dr.Cipto no.5 Bandung,dan memindahkan garasi dari By pass Soekarno Hatta depan perumahan Sumber Sari ke By pass Soekarno-Hatta depan pasar Gede Bage.

Di garasi baru inilah bengkel dan pabrik karoseri melakukan kegiatanya memperbaiki dan membuat bus. Ada alasan khusus dengan adanya pabrik karoseri ini yaitu Bandung Express tidak tergantung model dari pabrik Karoseri lain.

Dengan semangat kerja keras dan sikap kesederhanaan yang ditunjukkan oleh Pa Bagyo beliau mampu mengubah semua mimpi jadi kenyataan. Sukses selalu Pak Bagyo…

Livery Bus


- Universitas Pendidikan Indonesia -
Jetbus SHD by Adi Putro


Open Order & Ready Stock livery :

BBM : 587FD0EE
Cp : 085793015685

Mercedes Benz OH-1526 vs Hino RK R260



Karoseri, Legacy - Mercedes Benz dan  Hino, dua merk chassis bus ini yang paling banyak membanjiri jalanan di Indonesia. Merce-des Benz dari Jerman sedangkan Hino berasal dari Jepang, tentunya memiliki karakteristik masing-masing. Mercedes Benz memang mem-punyai citra yang bagus sebagai produsen mobil mewah, sedangkan Hino lebih terkenal sebagai produsen truk. Tapi apakah Mercedes Benz lebih bagus dari Hino? Belum tentu, dikesempatan ini kami akan mencoba membandingkan kedua merk ini di chassis yang sekelas. Kali ini kita pilih Mercedes Benz OH 1526 versus Hino RK8 r260 yang sama-sama bertenaga 260ps, sama-sama masih menggunakan suspensi daun dan harga pun ga terpaut jauh. 
               
Euro II vs Euro III:
Perbedaan paling signifikan dari kedua chassis ini ada teknologi                 emisi nya. RK8   masih Euro II sedangkan OH        1526 sudah Euro III. Dari sisi teknologi RK8 jelas terlihat ketinggalan, begitu juga dengan effisiensinya. Lihat isi silindernya Hino memberikan 7684cc untuk menghasilkan tenaga 260ps, sedangkan OH 1526 hanya perlu 6374cc untuk mendapatkan tenaga 260ps. Mercedes Benz OH 1526 juga sudah menggunakan teknologi ECU untuk mengontrol pembakarannya sehingga dipastikan keakuratan dari takaran bahan bakar dan udaranya, sedangkan RK8 masih belum menggunakan.